Gerakan kebangsaan itu diawali dengan kirab di sepanjang Jalan Malioboro diikuti kelompok kesenian rakyat, rohaniawan lintas iman, organisasi mahasiswa, seniman, budayawan, pelaku UMKM dengan dimeriahkan marching band Akademi Militer Magelang, dan sejumlah kendaraan taktis TNI/Polri.
Acara yang dihadiri pejabat pememrintah kabupaten/kota, TNI, Polri itu diisi orasi sejumlah tokoh agama, budayawan, seniman, pidato cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman Teguh Soedirman, dan diakhiri pembacaan doa lintas iman.
"Aksi ini penting dilakukan sebagai upaya merawat keutuhan NKRI yang keberadaannya telah dirintis dan diperjuangkan para leluhur Nusantara," kata koordinator acara, Widihasto Wasana Putra yang mengkalim 8.000 orang menghadiri acara itu.
Menurut Widihasto, Gerakan Nusantara Bersatu menyiratkan pesan agar seluruh komponen masyarakat menghindari konflik yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa.
Terselenggaranya acara itu, kata dia, merupakan berkat inisiatif warga DIY yang didukung jajaran TNI/Polri. "Kalau sekarang era media sosial, marilah sekarang kita menahan diri agar tidak mudah menunjukkan kebencian di muka umum karena kita semua bersaudara," kata dia.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY Muhsin Kamaludin Ningrat mengatakan sejak masa perjuangan, bangsa Indonesia selalu mendapatkan tantangan dari dalam dan luar, maka untuk mengatasinya kuncinya adalah persatuan. Acara itu sendiri, menurut dia, dapat menjadi bukti bahwa persatuan di Indonesia masih ada.
"NKRI harga mati, kami sadar bahwa Indonesia adalah negara majemuk, penuh dengan perbedaan yang indah dalam kehidupan," kata dia.
Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Ahmad Dofiri menilai acara Nusantara Bersatu penting dalam rangka merajut Kebhinekaan, sehingga masyarakat tidak terpecah belah. Menurut di, acara itu juga tidak perlu dinilai sebagai upaya merespons acara doa bersama 2 Desember di Jakarta. "Intinya kita di Yogyakarta, nguri-uri budaya," kata dia.
Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen Fajar Setiawan mengatakan acara itu memiliki fungsi menggugah semangat kebersamaan dan menggairahkan rasa nasionalisme masyarakat.
Acara yang berlangsung lancar namun cukup membuat padat kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta itu dimeriahkan dengan spontanitas komunitas para perupa dengan menuangkan ekspresi kecintaannya kepada bumi pertiwi di atas kanvas sepanjang 100 meter.
L007
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2fPNhiMBagikan Berita Ini
0 Response to "Masyarakat YogyakartaiIkuti Gerakan Nusantara Bersatu"
Post a Comment