Search

Dinkes Bantul: distribusi vaksin polio suntik seret

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan vaksin polio suntik di daerah ini selama beberapa pekan ini mengalami seret karena distribusi dari pusat kurang lancar.

"Bantul sudah memakai vaksin polio suntik, namun untuk sekarang ini vaksin sedang seret, tetapi masih bisa diatasi," kata Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Bantul Pramudi Dharmawan di Bantul, Minggu.

Dia tidak mengetahui penyebab kurang lancarnya distribusi vaksin polio suntik dalam beberapa waktu terakhir, karena vaksin itu berasal dari pusat yang didistribusikan lewat Pemda DIY.

"Ini kan dari pemerintah pusat yang pengadaan bukan kita sendiri, namun dari provinsi, jadi kita tinggal menunggu saja, biasalah terlambat-terlambat sedikit," katanya.

Meski mengalamai seret, namun Pramudi memastikan warga Bantul terutama yang mempunyai bayi tidak sulit mendapatkan vaksin tersebut, sebab masih bisa diberikan dengan skala prioritas.

"Barangnya masih ada, cuma seret, makanya kita prioritaskan misalnya untuk bayi yang baru lahir, atau yang mundur lama, kan vaksin ini diberikan pada bayi lahir, dua bulan dan empat bulan, kita punya prioritas," katanya.

Ia mengatakan bagi bayi yang sudah pernah disuntik atau suntik ulangan tidak diprioritaskan, karena menurutnya tidak berpengaruh bagi penurunan kekebalan bayi yang sudah disuntik.

Menurut dia, total kebutuhan vaksin polio suntik di Bantul selama 2016 sebanyak sekitar 55.300 vaksin, yang mana sesuai dosisnya diberikan selama tiga kali suntik selama setahun pada bayi yang dipersyaratkan.

"Kebutuhan selama setahun kurang lebih 53.300 vaksin yang sudah diestimasikan permintaan tiga kali suntik. Ini yang juga kami usulkan untuk kebutuhan 2017. Mudah-mudahan tahun depan lancar," katanya.
(KR-HRI

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2hl5PWL

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Dinkes Bantul: distribusi vaksin polio suntik seret"

Post a Comment

Powered by Blogger.