Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Agus Prihastoro di Gunung Kidul, Senin, mengatakan hingga saat ini sudah ada 1.081 kasus DBD dengan jumlah orang yang meninggal sebanyak empat orang.
"Jumlah ini meningkat dari 2015 lalu yang hanya 486 kasus dengan empat korban meninggal. Sekarang sudah 1.081 kasus DBD tercatat, jumlah ini meningkat dari 2015 lalu," kata Agus.
Ia mengatakan masyarakat diimbau untuk mewaspadai karena cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem. Menurut Agus hingga saat ini menunjukkan peningkatan. "Meskipun sempat terjadi penurunan namun masih belum dalam jumlah yang aman," katanya.
Agus mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan seluruh personel kesehatan dan fasilitas medis. Selain itu, puskesmas juga siaga dalam penanggulangan terhadap DBD. Masyarakat diminta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M+.
"Selain pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk melakukan PSN. Karena hal ini sebagai salah satu pencegahan DBD," katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Gunung Kidul Sumitro mengatakan untuk pencegahan DBD, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan fogging secara swadaya dan tanpa didampingi petugas kesehatan.
"Kami mengimbau agar tidak melakukan fogging swadaya karena tidak semua orang paham waktu yang tepat untuk fogging, sampai cara dan dosis yang digunakan untuk fogging," katanya.
Ia mennyampaikan cara paling efektif yakni PSN dengan 3M plus, yaitu dengan menutup, menguras, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
(KR-STR)
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2i21iIoBagikan Berita Ini
0 Response to "Dinkes Gunung Kidul imbau masyarakat waspadai DBD"
Post a Comment