"Peran masyarakat menjadi kunci karena ini kawasan desa dan wilayah konservasi, sehingga kalau pun melibatkan investor dia hanya pelengkap saja," kata Baiquni dalam Forum Diskusi Wartawan bertema "Geopark Global Gunung Sewu Menuju Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional ke-11" di Kantor DPRD DIY, Selasa.
Menurut Baiquni, dalam konteks pengembangan Geopark Global Gunung Sewu, penerapan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) sangat penting. Kehidupan masyarakat setempat sepenuhnya mampu menghidupkan daya tarik wisata itu mulai cara menanak nasi, hingga bercocok tanam dengan cara-cara klasik.
"Bahkan meracik minuman herbal dengan cara tradisional juga dapat menjadi daya tarik tersendiri kawasan wisata itu," kata dia.
Pemerintah serta masyarakat, kata dia, juga harus bekerjasama menggali atau memunculkan kembali legenda atau carita yang berhubungan dengan sejarah kawasan Gunung Sewu itu. Cerita yang dapat digali misalnya mencakup kehidupan masyarakat setempat atau asal muasal bebatuan karst di kawasan itu muncul. "Dalam pariwisata pencitraan dan penceritaan amat penting," kata dia.
Baiquni mengatakan agar dapat ikut memasarkan dan menghidupkan kawasan wisat yang telah menjadi bagian `Global Geoparks Network` (GGN) UNESCO itu, masyarakat di tiga wilayah tempat gunung itu membentang yakni Wonogiri, Pacitan, Gunung kidul harus mendapatkan bimbingan dari pemerintah.
Menurut dia, pelibatan investor sebaiknya mengutamakan investor dari dalam negeri yang masih memiliki nenek moyang atau hubungan keluarga di Gunung Kidul sebelum mengundang investor asing. "Rencana pembangunan hotel atau resort di kawasan itu sebaiknya tidak menjadi hal yang lebih penting dibanding kesiapan masyarakat setempat menjadi tuan rumah sendiri dalam pengelolaan Geopark Gunung Sewu," kata dia.
General Manager Geopark Gunung Sewu Budi Martono berharap selain memberikan daya tarik wisata, pengelolaan kawasan itu juga mampu mengingatkan masyarakat luas bahwa banyak situs geologi di kawasan Gunung Sewu yang harus terus dilindungi.
Gunung Sewu terbagi atas 33 situs geologi, yaitu 13 situs di Pacitan, 7 situs di Wonogiri, dan 13 situs di Gunung Kidul. Menurut dia, kawasan Geopark Gunung Sewu memadukan tiga keragaman alam yakni keragaman geologi (geo-diversity), keragaman hayati (bio-diversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). "Semua Geosite tidak dikelola pemerintah tetapi masyarakat karena konsepnya melestarikan warisan bumi untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
(L007)
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2i3xEWjBagikan Berita Ini
0 Response to "Peneliti: pengelolaan Geopark Gunung Sewu utamakan masyarakat"
Post a Comment