Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman bersama yang ditandatangani Bupati Sleman Sri Purnomo dengan BORDA yang diwakili Frank Fladerer selaku SEA Regional Coordinator BORDA di Ruang Rapat Bupati Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis.
"Kerja sama ini merupakan salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pemenuhan air bersih, menihilkan kawasan kumuh serta memenuhi akses sanitasi layak di Kabupaten Sleman guna mewujudkan sanitasi berbasis masyarakat yang berkualitas dan terjangkau," kata Sri Purnomo.
Menurut dia, pada 2016 cakupan sanitasi layak telah mencapai 94,34 persen. Meski demikian Kabupaten Sleman masih memiliki sejumlah 5,66 persen sanitasi kurang layak yang terdiri dari 12.435 kepala keluarga (KK) pengguna jamban tidak aman serta 5.507 KK yang masih buang air besar (BAB) sembarangan.
"Kami menargetkan pada 2019 cakupan sanitasi layak dapat ditingkatkan menjadi 96,19 persen," katanya.
Ia mengatakan, disamping sanitasi, masalah lingkungan yang perlu segera dipecahkan adalah pengelolaan sampah perkotaan di Sleman. Pada 2016 baru 52,96 persen masyarakat yang sudah terlayani pengelolaan sampah.
"Sebagai daerah pemukiman, Sleman dihadapkan pada 1.584 meter kubik timbunan sampah per hari sedangkan kemampuan pengangkutan sampah ke TPA hanya 750 meter kubik per hari," katanya.
Sri Purnomo mengatakan, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk mengelola sampah perkotaan. Diharapkan pad 2019 seluruh masyakat Sleman dapat terlayani 100 persen.
"Kami juga menaruh harapan besar melalui kesepakatan kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk mengurai permasalahan sanitasi di wilayah Sleman untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sehat dan berdaya saing," katanya.
Sementara itu perwakilan BORDA Indonesia Purnomo Dwi Ariyanto mengatakan, BORDA merupakan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki keahlian di bidang kesehatan lingkungan dan perlindungan sumber air yang berhubungan dengan pengelolaan air limbah dan persampahan secara terdesentralisasi.
"Kerja sama ini bertujuan untuk melakukan pengelolaan sanitasi terpadu menju capaian 100 persen pemenuhan air bersih, nol persen kawasan kumuh serta 100 persen akses sanitasi layak di Kabupaten Sleman," katanya.
Ia mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat mewujudkan sanitasi berbasis masyarakat, sekolah, limbah UKM, pasar tradisional, dan rumah sakit yang berkualitas dan terjangkau yang mendukung Kabupaten Sleman Sembada," katanya.
Menurut dia, nantinya dalam pengelolaan sanitasi terdapat dua cakupan kawasan intervensi. Prioritas pertama yaitu berdasarkan prakelayakan yang dilakukan bersama PDAM untuk menghasilkan rekomendasi kawasan intervensi yang mengacu pada pentingnya penyelamatan sumber air. Fokus intervensi menggunakan aplikasi pendekatan sanitasi terpadu sebagai kontribusi untuk rencana pengamanan air baku untuk air minum PDAM.
"Sedangkan prioritas kedua sesuai permintaan. Paket layanan sanitasi terdesentralisasi dan paket pengolahan air limbah domestik UKM bisa diimplementasikan di kawasan lain di Kabupaten Sleman," katanya.***3***
(V001)
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2ikmahyBagikan Berita Ini
0 Response to "Sleman-BORDA kerja sama pengelolaan sanitasi"
Post a Comment