"Harus mulai diterapkan kembali (P4) dari SD seperti zaman Pak Harto," kata Zulkifli seusei memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan sebelum acara Kongres V Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Yogyakarta, Jumat.
Menurut Zulkifli, nilai-nilai positif yang telah diwariskan pemerintahan mendiang Presiden Soeharto termasuk penanaman ideologi Pancasila melalui penerapan P4 perlu dihidupkan kembali.
"Yang bagus-bagus yang ditinggalkan Pak Harto jangan dibuang semua," kata dia.
Sebab, tanpa penguatan nilai luhur Pancasila, menurut dia, akan memberikan peluang masuknya nilai-nilai dari luar yang bersifat merusak generasi muda seperti radikalisme dan perilaku kekerasan di kalangan remaja.
"Kekerasan itu kan budaya-budaya yang bukan budaya kita. Kalau budaya kita tidak diperkuat, nasionalisme dan Pancasila kita tidak diperkuat maka tentu yang masuk adalah budaya-budaya dari luar," kata dia.
Zulkifli mengakui sejak penanaman Pancasila dan nilai keindonesiaan mulai menurun, maka pengaruh nilai-nilai dari luar mulai masuk. Hal itu ditandai dengan munculnya banyak kelompok yang mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri. "Banyak politikus yang ingin menang sendiri, pelajar ingin menang sendiri," kata dia.
Sebelumnya, pada Senin (12/12) malam, terjadi kasus pembacokan yang dilakukan segerombolan remaja terhadap sekelompok remaja lainnya yang merupakan siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang sedang berkendara di Jalan Imogiri-Panggang, Imogiri, Bantul.
Akibat peristiwa itu, enam dari 10 siswa SMA Muhammadiyah 1 tersebut mengalami luka bacok senjata tajam. Satu di antaranya Adnan Wirawan (15) akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka serius.
(T.L007)
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2h8vK3vBagikan Berita Ini
0 Response to "Zulkifli: penguatan P4 di sekolah cegah kekerasan pelajar"
Post a Comment