Search

BPBD Bantul antisipasi dampak kemarau hingga November

Bantul (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan persiapan untuk mengantisipasi kekeringan di daerah ini karena dampak musim kemarau 2017 dilakukan instansinya sampai November.

"Kalau prediksi dari BMKG, musim kemarau diperkirakan masih terjadi sampai pertengahan November, sehingga persiapan antisipasi hadapi puncak kemarau paling tidak sampai awal November nanti," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Jumat.

Menurut dia, persiapan antisipasi kekeringan karena kemarau dilakukan dengan menyediakan bantuan distribusi air bersih bagi wilayah yang masyarakatnya mengalami kesulitan air bersih dan mengajukan permohonan droping air ke lembaga tersebut.

Ia mengatakan, sesuai informasi dari BMKG bahwa pada dasarian ketiga November sudah mulai memasuki musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan, jadi walaupun belum musim hujan, namun ada titik-titik yang sudah masuk musim hujan.

"Kalau awalnya diprediksi pada Oktober sudah turun hujan, namun update cuaca yang diinformasikan ke kami, ternyata belum ada tanda-tanda kalau Okotober akan turun hujan, sehingga persiapan kami paling tidak sampai awal November itu sudah maksimal," katanya.

Dwi Daryanto menjelaskan, sejak musim kemarau pada akhir Juli 2017, setidaknya BPBD sudah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 100 tangki ke beberapa kecamatan, meski demikian jumlah itu terus bertambah karena potensi kekeringan masih tinggi.

Ia mengatakan, kondisi kekeringan yang terjadi pada musim kemarau tahun ini menurutnya bersifat global, karena tidak hanya dialami di beberapa titik saja, bahkan hampir di seluruh wilayah bahkan belahan dunia juga merasakan dampak kemarau ini.

"Ini karena pemanasan global yang terjadi di akhir-akhir ini yang justru memicu anomali cuaca yang tidak menentu, misalnya seharusnya sudah hujan ternyata belum, yang seharusnya sudah musim kemarau tapi ternyata hujan, seperti itu," katanya.

Dwi Daryanto mengatakan, dan untuk mengatasi kekeringan di wilayah Bantul pada 2017, pihaknya menyiapkan anggaran untuk pengadaan air bersih sebanyak 400 tangki, dengan rincian sebanyak 250 tangki dari Pemkab Bantul dan 150 tangki dari Pemda DIY.

"Kalau anggarannya sisa dikembalikan, karena kalau kami itu sesuai kebutuhan, kita menganggarkan kadang-kadang orang yang tidak faham, justru harapannya dana bisa sisa, karena berarti risiko bencana karena kemarau berkurang," katanya.

(KR-HRI)

Editor: Hery Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2vZlhyt

Bagikan Berita Ini

0 Response to "BPBD Bantul antisipasi dampak kemarau hingga November"

Post a Comment

Powered by Blogger.