Search

Legislator harap pekerjaan fisik tidak terkendala hujan

Bantul (Antara) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pekerjaan atau pembangunan fisik tahun anggaran 2017 di sejumlah organisasi perangkat daerah yang masih belum terealisasi pelaksanaannya tidak terganggu musim hujan.

Anggota DPRD Bantul Eko Sutrisno Aji di Bantul, Minggu, mengatakan, hingga minggu pertama Oktober 2017 masih ada beberapa pekerjaan fisik di instansi teknis yang belum terealisasi, sementara waktu yang tersisa tidak kurang dari tiga bulan hingga akhir tahun.

"Ini kan waktunya tinggal dua bulan, yang kita khawatirkan kan itu, jangan sampai dengan waktu yang tersisa itu jadi kendala, apalagi sekarang ini musimnya sudah musim hujan, kalau menjadi kendala kan bisa jadi masalah sendiri," katanya.

Menurut dia, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Bantul yang sampai Oktober masih belum merealisasikan pekerjaan yang sudah jadi rencana anggaran di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).

"Kalau di Dinas PU ada beberapa program yang di anggaran murni 2017 belum bisa terealisasi, misalnya kegiatan pembangunan jalan, kemudian pembangunan irigasi juga ada dan lain sebagainya," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul ini.

Ia mengatakan, sedangkan pekerjaan fisik di Dishub Bantul adalah pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang direncanakan di sebanyak 1.500 titik se-Bantul, yang menurut informasi dan penelusuran lembaganya belum ada satupun yang terpasang.

"Itu kan belum ada yang terpasang satu pun, padahal salah satu misi atau yang jadi perhatian bupati dalam pembangunan. Dalam rencananya ada tiga nomenklatur, lampu yang LED, konvensial dan lingkungan, namun belum ada yang terpasang satu pun, itu yang jadi perhatian," katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Bantul Aris Suharyanta membenarkan proses pemasangan lampu jalan pada tahun anggaran 2017 ini mengalami kemunduran dari yang dijadwalkan Dishub sebelumnya, hal itu karena terkendala proses lelang yang memerlukan waktu lebih lama dibanding jadwal.

"Sebetulnya tidak ada itilah keterlambatan, cuma karena terkendala dengan pengadaan lampu yang dalam studi perencanaan harus dilelangkan, itu yang juga memakan waktu apalagi saat kami mengajukan proses lelang itu posisi di ULP trouble," katanya.

Karena masalah teknis di ULP itu, kata dia, harus dilakukan lelang ulang yang juga memerlukan waktu, sehingga tahapannya mundur dari yang dijadwalkan semula. Sebab sesuai jadwal pada Oktober ini seharusnya sudah mulai pemasangan.

(KR-HRI)

Editor: Hery Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2xruoIc

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Legislator harap pekerjaan fisik tidak terkendala hujan"

Post a Comment

Powered by Blogger.