"Awalnya kami memang menargetkan 2019, akan tetapi terjadi dinamika di lapangan sehingga penyelesaian pada 2020 dianggap paling realistis," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY Bambang Sugaib di Yogyakarta, Rabu.
Menurut Bambang, jalur jalan lingkar selatan (JJLS) merupakan program strategis nasional atas gagasan lima gubenur yakni Gubernur DIY, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten pada 2005. Tujuan utamanya untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah di selatan Pulau Jawa pada umumnya dan DIY pada khususnya.
"Saat ini kan masih terjadi disparitas atau kesenjangan ekonomi yang mencolok antara wilayah utara dan selatan. Dengan JJLS diharapkan bisa mengejar ketertinggalan yang lebih dominan di wilayah selatan," kata dia.
Khusus proyek JJLS dua lajur yang akan menghubungkan Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo, DIY total ditargetkan memiliki panjang 116,45 kilometer. Hingga saat ini proyek yang melintasi DIY itu telah terealisasi 68 kilometer atau setengah dari target yang ditetapkan. "Wilayah pengerjaannya tidak berurutan menyesuaikan dengan pembebasan lahan yang ada," kata dia.
Pembangunan fisik JJLS, menurut dia, sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, sedangkan Pemda DIY hanya mendapatkan tanggungjawab dalam penyediaan lahan. "Memang dalam sekenario jangka panjang, akan ada JJLS empat lajur namun targetnya masih 2022," kata dia.
Selain JJLS, masih ada proyek infrastruktur besar lain yang akan dilakukan di DIY, yakni proyek pembangunan jalan lingkar luar atau "Jogja Outer Ring Road (JORR)" yang akan melintasi Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Sleman.
Menurut Bambang, insiatif JORR ini lebih untuk mengurangi beban kemacetan di Kota Yogyakarta. Jika JORR telah terealisasi diharapkan kendaraan yang hanya ingin melintasi wilayah DIY cukup melalui JORR, tanpa harus masuk ke Kota Yogyakarta. "Pengerjaan fisik proyek ini juga menjadi kewenangan pemerintah pusat dan DIY hanya menyediakan lahan saja," kata dia.
Terdapat 10 kecamatan yang akan dilalui JORR mulai Prambanan, Berbah, Kalasan, Cangkringan, Pakem, Ngemplak, Turi, Tempel, Seyegan, dan Minggir.
Kemudian tiga kecamatan di Kulon Progo yakni Kalibawang, Nanggulan dan Sentolo, sementara di Kabupaten Bantul melewati kecamatan Sedayu, Pandak, Pajangan, Bantul, Jetis, Imogiri, Pleret, Piyungan, dan Dlingo.***3***
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2z79DEsBagikan Berita Ini
0 Response to "DIY perkirakan JJLS selesai 2020"
Post a Comment