"Melalui kegiatan ini, para pelajar bisa menunjukkan kepada dunia bahwa kita juga bisa. Dengan demikian, dunia akan melihat kita," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di acara Gelar Seni Tunagrahita (Genta) di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, kegiatan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya tersebut akan semakin memompa semangat pelajar penyandang disabilitas untuk terus berkarya di bidang yang sudah mereka tekuni sehingga menorehkan prestasi yang membanggakan.
Sejumlah kebolehan yang ditampilkan oleh ratusan pelajar penyandang disabilitas di antaranya adalah pertunjukan musik, menyanyi, tari klasik, drama, geguritan, hingga pantomim.
Sebelum menunjukkan kemampuan yang mereka miliki, ratusan pelajar penyandang disabilitas tersebut melakukan kirab dari Kompleks Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY menyusuri Jalan Malioboro dan Senopati untuk menuju ke Taman Pintar.
Seluruh pelajar yang juga didampingi oleh orang tua dan guru kompak mengenakan busana tradisional Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta Muji Sri Rahayu mengatakan, keterlibatan orang tua dan anak dalam kegiatan Genta ditujukan untuk semakin mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
"Keterlibatan orang tua menunjukkan perhatian dan kasih sayang sehingga mendukung pembentukan karakter bagi pelajar penyandang disabilitas khususnya tunagrahita," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, lanjut Muji, para penyandang disabilitas ingin menunjukkan bahwa mereka juga bisa melakukan berbagai hal seperti siswa lain apabila memperoleh kesempatan dan ruang.
Pelajar umum, lanjut dia, juga diundang untuk ikut memeriahkan Genta 2017 dengan harapan siswa penyandang disabilitas bisa berbaur dengan siswa umum.
Sedangkan bentuk perhatian Taman Pintar kepada penyandang disabilitas adalah dengan memberikan tiket masuk gratis kepada pengunjung penyandang disabilitas pada 3 Desember. ***4***
(E013)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pelajar disabilitas "unjuk gigi" di Taman Pintar"
Post a Comment