Search

Kemenhan menilai so diperingati nasional ide bagus

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Kementerian Pertahanan menilai peringatan Serangan Oemoem 1 Maret secara nasional merupakan ide yang bagus karena peristiwa bersejarah itu memiliki makna penting dalam proses mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Saya pikir, penetapan Serangan Oemoem (SO) 1 Maret untuk diperingati secara nasional adalah ide yang bagus. Tetapi, sebelumnya harus ada proses yang dilalui terlebih dulu," kata Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksma TNI M. Faisal usai menjadi Inspektur Upacara SO 1 Maret di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, jika seluruh proses sudah dilalui dan Serangan Oemoem 1 Maret ditetapkan untuk diperingati, maka seluruh pihak pasti akan menjalankan ketetapan yang berlaku.

"Sama seperti saat akan menetapkan usulan tentang pahlawan. Ada proses yang memang harus dilalui terlebih dahulu. Prosesnya harus diikuti," katanya.

Laksma TNI M. Faisal yang membacakan sambutan dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengtakan bahwa Serangan Oemoem 1 Maret memiliki makna penting bagi bangsa Indonesia saat mempertahankan kemerdekaan.

"Peristiwa tersebut meningkatkan rasa percaya diri seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berjuang termasuk prajurit TNI yang sedang bergerilya. Kepercyaaan masyarakat terhadap TNI pun meningkat dan mematahkan moral penjajah Belanja," katanya.

Semangat dari para pejuang, lanjut dia, tetap dapat dicontoh dan diimplementasikan dalam kehidupan saat ini terutama bagi generasi muda yaitu tidak mudah menyerah, mendorong generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan kesadaran bela negara, serta menguatkan karakter dan semangat wawasasan kebangsaan yang kuat kepada generasi muda.

Sementara itu, Ketua Wehkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta Soedjono mengatakan, keinginan untuk menjadikan peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret sebagai peringatan nasional sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir.

"Kami sudah melakukan pendekatan ke berbagai pihak. Namun, memang belum ada penyerahan syarat administratif yang dibutuhkan agar peristiwa ini bisa dijadikan sebagai peringatan nasional," kata Soedjono.

Pada 2014, Wehrkreis Daerah Perlawanan III mencoba melakukan kuesioner ke masyarakat tentang peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret. Hasil kuesioner akan menjadi dokumen untuk menrealisaikan rencana tersebut.

"Kami juga sudah bertemu dengan Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan DIY untuk membahas rencana ini. Tetapi, memang belum ada dokumen administratif apapun yang kami serahkan," katanya.

Sejak satu tahun terakhir, lanjut dia, upaya untuk menjadikan Seangan Oemoem 1 Maret menjadi peringatan nasional semakin menunjukkan hasil yang bagus setelah Menwa Mahakarta Yogyakarta ikut bergabung.

"Buktinya, sudah ada perwakilan dari pusat yang datang ke upacara SO 1 Maret tahun ini, yaitu dari Kementerian Pertahanan. Sedianya, Menteri Pertahanan Ryamizard Dyacuku akan menjadi inpektur upacara namun ada tugas lain yang tidak bia ditinggalkan.

Dalam waktu dekat, lanjut Soedjono, Wehrkreis III Yogykatar juga berencana meneyerahkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan peringatan hari bear nasional.

Dalam peringatan SO 1 Maret juga dipamerkan berbagai benda yang memiliki arti penting dalam perjuangan merebut maupun mempertahnakan kemerdekaan Inonesia. Pameran bertempat di selasar Museum Vredeburg yang akan berlangsung hingga 6 Maret. ***4***

(E013)  01-03-2018 15:09:12

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2FHU0GJ

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Kemenhan menilai so diperingati nasional ide bagus"

Post a Comment

Powered by Blogger.