"Pasarnya ke kota-kota besar dalam jawa (Pulau Jawa, red) yang kira kira banyak mahasiswa, misalnya Bandung, Jakarta, Malang dan Surabaya," kata pemilik usaha pembuatan kursi `malas` lipat Desa Panggungharjo Bantul, Muhammad Iqbal Rosidi, Senin.
Kursi lipat berbahan busa yang dibalut kain dengan rangka besi produksi pengusaha muda itu disebutnya kursi malas, karena menurutnya bisa dimanfaatkan untuk duduk bermalas-malasan sambil menonton televisi di dalam rumah.
Ia mengatakan, selain ke sejumlah kota-kota besar, kursi yang bisa dilipat sesuai keinginan ini juga dipasarkan beberapa daerah luar Jawa, karena produk ini makin diminati selain untuk kursi malas juga bekerja di kantor.
"Dari Aceh sampai Papua pernah, namun yang rutin ke kota besar dalam Jawa, di Yogyakarta sendiri juga banyak permintaan, terutama di wilayah Yogyakarta utara yang banyak mahasiswa kost mapun kontrak," katanya.
Ia mengatakan, kursi malas yang diproduksinya ada dua macam, namun bentuk dan modelnya sama, karena perbedaan terletak pada motif termasuk kualitas kain yang digunakan membungkus busa tersebut.
"Untuk yang polos harganya Rp185 ribu per buah, sementara yang motif atau ada polanya Rp205 ribu per buah. Sebenarnya ada satu lagi kursi kecil, namun yang kecil kita tidak menerima pesanan," katanya.
Dengan dibantu dua orang tenaga, pemuda yang masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Fakultas Hukum semester tujuh ini bisa memproduksi sekitar 250 sampai 300 kursi per bulan.
Ia mengatakan, jika dirata-rata dari penjualan kursi malas tersebut, setiap bulan bisa mengantongi omzet kotor puluhan juta rupiah, sehingga keuntungan setelah dikurangi belanja barang bisa untuk tambah biaya pendidikan.
"Awalnya saya jual di arena Sunday Morning UGM Yogyakarta, kemudian saya tawarkan lewat online, dan Alhamdulillah sampai saat ini permintaan banyak," kata pria yang memulai usaha itu sejak 2011 ini.
KR-HRI
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2fq9dClBagikan Berita Ini
0 Response to "Kursi lipat produksi Bantul dipasarkan sampai Jakarta"
Post a Comment