"Sejalan dengan pengakuan bahwa kaum perempuan merupakan salah satu motor pembangunan, saya berharap dengan Peringatan Hari Ibu 2017 kondisi ini mampu meningkatkan kepercayaan diri kaum ibu dan perempuan dalam memberikan warna pada proses kemajuan bangsa," kata Sri Purnomo, Kamis.
Menurut dia, di Kabupaten Sleman pada 2015 jumlah korban kekerasan terhadap perempuan sebanyak 350 korban dan kekersan anak sebanyak 157 korban.
"Mengingat kasus kekerasan yang terjadi, saya berharap momentum tersebut dapat memotivasi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan upaya melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan," katanya.
Ia mengatakan sangat diharapkan peran aktif masyarakat dan korban kekerasan untuk dapat melaporkan tindak kekerasan yang dialami atau yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
"Dengan peran aktif ini penanganan kasus kekerasan dapat berjalan semakin efektif," katanya.
Sri Purnomo mengatakan para ibu dan kaum perempuan di Kabupaten Sleman untuk terus dapat meningkatkan kapasitas diri dan berperan secara aktif dalam pembangunan.
"Perlu diingat bahwa Ibu memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi muda yang berkualitas dan siap bersaing dalam percaturan global," katanya.
Ia mengatakan kasus pelajar yang suka keluyuran malam hari dan berbuat anarkis atau "nglitih" yang marak terjadi juga menjadi cerminan bersama betapa penting peran keluarga utamanya peran ibu dan lingkungan dalam membentuk karakter generasi muda.
"Keluarga dan lingkungan merupakan benteng sekaligus penentu kualitas dan karakter generasi muda," katanya.***4***
(V001)
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2hvft8ZBagikan Berita Ini
0 Response to "Bupati: perempuan berpeluang menjadi motor penggerak pembangunan"
Post a Comment