Search

Gunung Kidul tekan kasus kekerasan perempuan-anak

Gunung Kidul, 1/12 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak karena jumlahnya terus meningkat setiap tahun.
"Sampai November 2016 sudah ada 67 kasus. Angka ini meningkat dibanding 2015 yang hanya mencapai 44 kasus. Kami terus berupaya maksimal menekan angka kekerasan perempuan dan anak," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunung Kidul Sudjoko di Gunung Kidul, Kamis.

Ia mengatakan dari pendataan diketahui sebagian besar pelaku merupakan orang dekat, mulai dari orang tua, hingga teman dekat. 

"Kami berupaya agar kasus kekerasan menurun, salah satu nya dengan menyeret pelaku sampai ke ranah hukum," kata dia.

Sudjoko mengatakan ada berbagai kendala yang dihadapi petugas saat melakukan pendampingan, di antaranya penolakan dari keluarga untuk didampingi.

"Kami berharap masyarakat sadar. Korban pun diharapkan tidak takut melapor karena kami akan lindungi identitasnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPMPKB Gunung Kidul Rumiyati Astuti menambhakan kasus kekerasan perempuan dan anak  pada 2016 merupakan tertinggi sejak beberapa tahun terakhir. Dari 67 kasus ada 12 kasus yang sampai ke jalur hukum.

"Ada 12 kasus yang sampai ke jalur hukum. Setelah sampai meja hukum, maka kami serahkan kepada kepolisian untuk dilanjutkan di kejaksaan," katanya. ***2***

Editor: Eka Arifa Rusqiyati

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2fJ96SD

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Gunung Kidul tekan kasus kekerasan perempuan-anak"

Post a Comment

Powered by Blogger.