"Pembangunan pasar tradisional diharapkan mampu menciptakan kondisi pasar yang bersih dan mampu meningkatkan daya saing dengan hadirnya pasar-pasar modern," kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau pembangunan Pasar Sleman, Kamis.
Ia mengatakan, diharapkan dengan fasilitas yang memadai barang-barang yang dijual di pasar bisa lebih higienis.
"Pembangunan Pasar Sleman dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman dan keinginan konsumen. Hal tersebut ditujukan untuk mempertahankan eksistensi pedagang tradisional di tengah pertumbuhan pasar modern yang semakin pesat," katanya.
Saat ini proses pembangunan Pasar Sleman telah memasuki tahap akhir, Bupati Sleman Sri Purnomo menargetkan agar pasar tersebut bisa segera dibuka pada akhir tahun ini. Sehingga awal tahun nanti, pedagang bisa direlokasi ke pasar yang baru.
"Harapannya tahun baru pedagang sudah bisa berjualan di pasar yang baru juga," katanya.
Selain Pasar Sleman, Pemkab Sleman juga mempercepat penyelesaian proses pembangunan Pasar Prambanan. Ke depannya pasar-pasar lain di wilayah setempat juga akan dikembangkan dan diperbaiki secara bertahap.
"Saat pasar modern tumbuh, pasar tradisional juga harus dikelola dengan baik agar tidak ditinggalkan masyarakat. Sehingga persaingan ekonomi antara pedagang tradional dan modern bisa berjalan secara seimbang," katanya.
Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan Pasar Sleman yang baru terdiri dari dua bangunan. Bangunan petama memiliki daya tampung sebanyak 536 pedagang. Sementara bangunan kdua 212 pedagang.
"Kapasitas totalnya untuk 711 pedagang. Penempatan kembali Pasar Sleman yang baru akan berjalan lancar. Pedagang telah memperoleh jatahnya masing-masing," katanya.
Bangunan Pasar Sleman yang baru memiliki dua lantai utama, ditambah dengan satu lantai bagian bawah. Selain itu ada pula kios khusus pedagang daging yang dilengkapi dengan keran masing-masing
Pembangunan Pasar Sleman dilaksanakan tiga tahun mulai 2014 dengan anggaran untuk 2014 sebesar Rp7,96 miliar, 2015 sebesar Rp13,6 miliar dan 2016 sebesar Rp11,23 miliar.
Proyek akan berakhir 5 Desember 2016 dan saat ini sudah 99 persen tinggal ada beberapa ruang yang perlu penyempurnaan acian pada keramik serta pembersihan sisa-sisa bangunan.
Tri Endah mengatakan bangunan lantai III dilengkapi "open space" rencana untuk pasar kuliner sore hingga malam hari yang akan dioperasikan oleh pihak Kecamamatan Sleman. ***3***
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2fJfzNdBagikan Berita Ini
0 Response to "Sleman renovasi pasar tradisional tingkatkan daya saing"
Post a Comment