Search

Nilai indikator pembangunan gender di Sleman meningkat

Sleman (Antara Jogja) - Kesetaraan gender masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta hal tersebut merujuk pada salah satu misi pembangunan di Sleman dengan meningkatkan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional.

"Nilai Indikator Pembangunan Gender (IPG) di Kabupaten Sleman meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015 angka IPG Kabupaten Sleman mencapai 96,08 persen," kata Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun pada pembukaan Ekspose Karya Perempuan dan sarasehan dalam rangka Peringatan Hari Ibu Ke-88, di Sleman, Rabu.

Menurut dia, peningkatan IPG tersebut menjadi gambaran kondisi dan upaya jajaran pemerintah Kabupaten Sleman untuk menjamin kesetaraan gender di Kabupaten Sleman.

"Diharapkan dengan pengakuan akan kualitas dan kapasitas perempuan dapat menumbuhkan kepercayaan diri kaum ibu dan perempuan untuk menunjukkan eksistensi diri serta berani membela haknya dari tindakan diskriminatif," ujarnya.

Pada acara yang bertema "Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Kekerasan, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Ekonomi terhadap Perempuan" tersebut, juga diadakan ekspose karya perempuan dengan menggelar gerai dari perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman.

Acara juga diisi dengan sarasehan "Parenting bagi keluarga yang harmonis untuk mewujudkan kesetaraan gender" dan "Ketahanan keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan Sleman tanpa kekerasan".

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan tujuan penyelenggaraan acara tersebut untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menuju pembangunan nasional yang berkelanjtan dan berkeadilan.

"Diharapkan dalam kegiatan sarasehan tersebut sekaligus mensosialisasikan program unggulan dari Kementrian PPPA `Three Ends` yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan, untuk mewujudkan Sleman tanpa Kekerasan," tuturnya.

Kustini mengatakan, Peringatan Hari Ibu (PHI) merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

"Tekad dan perjuangan perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, dilandasi cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang telah dinyatakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali 22 Desember 1928 di Yogyakarta," katanya.

V001

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2h0NUDu

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Nilai indikator pembangunan gender di Sleman meningkat"

Post a Comment

Powered by Blogger.