Kepala Desa Tawangsari Sigit Susetyo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan Pasar Siluwok sering banjir sehingga perlu dipindah.
"Pemindahan pedagang Pasar Siluwok karena adanya permasalahan tanah yang digunakan untuk pasar di Pedukuhan Siluwok Lor tersebut. Tanah yang digunakan merupakan tanah hak milik perorangan yang bekerja sama dengan pemerintah desa dalam pengelolaan pasarnya," kata Sigit.
Ia mengatakan Pasar Siluwok jaraknya dengan Pasar Jombokan dekat
sehingga digabung. Pasar Jombokan akan dikelola secara profesional, sehingga ekonomi kerakyatan tumbuh dari sini.
"Selain itu, untuk menyambut Kulon Progo sebagai kota yang akan manju dengan adanya bandara, kami tata bersama pemerintah daerah," katanya.
Sampai di Pasar Jombokan, pedagang yang kirab kemudian secara simbolis diserahkan oleh Kepala Desa kepada Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kulon Progo Niken Probo Laras untuk bergabung berdagang di Pasar Jombokan.
Salah satu pedagang Emi Sukaswasih mengatakan secara keseluruhan jumlah pedagang di Pasar Siluwok sekitar 100 orang dan semuanya setuju berpindah bergabung ke Pasar Jombokan.
"Pedagang memilih pindah karena di lokasi Pasar Siluwok sering terjadi banjir sehingga mengalami banyak kerugian," katanya.
Kepala Disperindag-ESDM Kulon Progo Niken Probolaras mengatakan pedagang dari Pasar Siluwok tersebut tidak perlu penempatan khusus di Pasar Jombokan. Selama ini mereka juga sudah mempunyai tempat di Pasar Jombokan, baik menempati los, kios, maupun pelataran.
"Setelah penggabungan ini, Pasar Jombokan menjadi pasar harian," katanya.
(KR-STR)
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2hyZlHjBagikan Berita Ini
0 Response to "Pedagang Pasar Siluwok pindah akibat banjir"
Post a Comment