"Di sentra Krebet ada sebanyak 57 usaha kecil menengah batik kayu dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 450 orang," kata Ketua Koperasi UKM batik kayu Sidokaton Krebet Yulianto, di Bantul, Selasa.
Menurut dia, ratusan tenaga kerja atau perajin batik kayu tersebut sebagian besar merupakan warga sekitar yang telah menekuni usaha membatik dalam media kerajinan kayu sudah turun temurun di sentra industri kerajinan tersebut.
Aneka kerajinan batik kayu yang diproduksi di sentra Krebet, di antaranya wayang kayu, topeng batik, tempat tisu, gantungan kunci serta berbagai hiasan rumah yang semua dengan bahan dasar kayu.
"Dengan tenaga kerja yang ada sekarang ini kapasitas produksi batik kayu di Krebet per bulan sekitar 50 ribu buah berbagai jenis kerajinan yang dijual dengan harga Rp5.000 sampai puluhan ribu per buah," katanya.
Menurut dia, jika dirata-ratakan per bulan pendapatan kotor sentra batik kayu Krebet mencapai ratusan juta rupiah, sehingga mampu menghidupi dan memberdayakan para perajin.
"Untuk bahan baku kerajinan tidak ada kendala, bisa mengambil dari lingkungan Bantul, juga pengadaan dari wilayah Muntilan dan Jawa Tengah. Kayu yang paling dicari adalah kayu sengon," kata dia pula.
Yulianto yang juga mempunyai rumah produksi batik kayu ini mengatakan, berbagai jenis kerajinan batik kayu itu dipasarkan ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Maluku.
"Pasar batik kayu lebih banyak ke dalam negeri, dan produk yang diminati kotak tempat tisu dan hiasan interior lainnya," katanya .
KR-HRI
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2h1nrtlBagikan Berita Ini
0 Response to "Sentra batik kayu Bantul serap 450 perajin"
Post a Comment