"Kami akan bicarakan dengan PT Angkasa Pura I. Saya yakin ada solusinya, dan saya ikut bertanggung jawab," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Jumat.
Ia meminta Angkasa Pura I mengerjakan dahulu pekerjaan yang sudah siap dikerjakan. Dan mencari jalan keluar bersama bagi warga yang kondisinya belum siap pindah.
Tentu saya akan mendorong 100, 1000 persen agar bandara cepat selesai. Namun demikian tidak menimbulkan konflik di bawah. Itu yang penting. Jadi kita cepat tetapi kondusif, makanya, dari hasil pengamatan saya, saya pakai modal ke PT Angkasa Pura untuk bernegosiasi agar membangunnya itu diatur sedemikian rupa agar warga tidak kerepotan, PT. Angkasa Pura juga bisa bekerja sesuai target. Dan saya yakin bisa dilakukan," kata Hasto.
Bupati minta warga secepat-cepatnya untuk mencukupi kebutuhan yang primer. "Kebutuhan primer dipercepat," imbaunya. Dalam kesempatan ini bupati, juga ingin melihat kondisi yang akan dikerjakan baik oleh pemerintah desa, kabupaten maupun pemerintah pusat, seperti jalan utama, jalan lingkungan, maupun drainasi.
Berdasarkan data dari konsultan pendamping pembangunan warga, progres secara umum sebetulnya sudah mencapai 91,22 persen per 6 September 2017 dari total 279 unit rumah yang dibangun. Hal ini didasarkan pada konstruksi yang telah terbangun serta bobot persentasenya dari hitungan teknis.
Dari data tersebut, 184 unit di antaranya sudah dalam tahap penyempurnaan, 83 rumah sudah berkuda-kuda dan beratap, 30 unit sudah berdinding dan berkusen, serta sembilan unit dalam tahap pembikinan kolom. Namun, masih ada tiga rumah yang baru memasuki tahap persiapan pembangunan karena pemiliknya terkendala biaya oleh berbagai sebab.
Selain itu, di Glagah juga ada tiga warga bekas anggota Wahana tri Tunggal (WTT) yang bergabung belakangan di lahan tersebut dan baru akan memulai pembangunan rumah.
Hasto mengatakan tim percepatan relokasi yang dibentuk Pemkab Kulon Progo juga terus membimbing warga untuk mempercepat kepindahannya. Di antaranya, meminta warga untuk melengkapi kebutuhan primer hunian terlebih dulu seperti adanya fasilitas MCK, listrik, air, dan sudah beratap.
"Kami tidak ingin menghambat bandara. pembangunan harus secepatnya tapi bagaiman tidak ada warga teraniaya. Yang terpenting, schedule bandara tidak tertunda dan warga bisa relokasi dengan baik. Saya yakin semua bisa teratasi dan ada solusinya. Ini (pengosongan lahan) bukan harga mati. Pembangunan bandara kan sebetulnya juga bisa bertahap lahan," kata Hasto.
(U.KR-STR)
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2x4gOP1Bagikan Berita Ini
0 Response to "AP diminta mencari solusi rumah relokasi warga"
Post a Comment