Search

BPBD DIY sediakan 300 tangki air bersih

Yogyakarta (Antara Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta menyediakan 300 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan pada lokasi-lokasi kekeringan di Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo selama September 2017.

"Kami mengalokasikan 300 tangki air bersih dan sudah didistribusikan secara bertahap sejak awal September," kata Kepala Bidang Operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Endro Sambodjo di Yogyakarta, Senin.

Menurut Endro alokasi air bersih itu akan terus dievaluasi secara berkala. Apabila 300 tangki belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Gunung Kidul dan Kulon Progo hingga akhir September 2017, maka persediaan air bersih akan kembali ditambah. "Kami di provinsi hanya mem-backup, sedangkan yang menyalurkan secara langsung adalah BPBD kabupaten setempat," kata dia.

Ia mengatakan untuk titik kekeringan yang paling banyak membutuhkan bantuan air bersih di Gunung Kidul, antara lain di Rongkop, Panggang, Purwosari, dan Tepus. Sedangkan untuk Kulon Progo di Kokap, Girimulyo, Kalibawang, serta Galur.

"Yang paling rawan kekeringan dan membutuhkan banyak bantuan air bersih sejauh ini masih di Gunung Kidul," kata dia.

Selain dari BPBD pasokan air bersih juga dilakukan oleh pihak swasta. Hanya saja, kata dia,banyak penyaluran air bersih dari pihak swasta yang tidak dikoordinasikan dengan BPBD kabupaten sehingga pasokan menumpuk kerap kali pada satu titik tertentu.

"Seharusnya bantuan dari swasta tetap dikoordinasikan dengan BPBD setempat, agar bantuan bisa merata," kata dia.

Selain Gunung Kidul dan Kulonj Progo, menurut Endro beberapa titik di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman juga mengalami kekeringan, namun sudah dapat ditangani secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Endro mengatakan untuk penyaluran air bersih diperkirakan akan terus dilakukan hingga Oktober 2017 atau saat betul-betul dipastikan memasuki musim hujan. "Kami belum tahu pasokan air akan dilakukan sampai kapan karena sampai saat ini sesuai perkiraan BMKG, DIY belum memasuki masa pancaroba," kata dia.

Kepala Kelompok Operasional Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono mengatakan musim kemarau di DIY yang sudah dimulai sejak Mei 2017 diperkirakan segera berakhir pada akhir September atau awal Oktober.

"Awal Oktober di DIY sudah mulai masuk musim hujan, kecuali Kabupaten Gunung Kidul yang biasanya paling akhir masuk musim hujannya," kata Joko.

(T.L007)

Editor: Mamiek

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2ffwt7i

Bagikan Berita Ini

0 Response to "BPBD DIY sediakan 300 tangki air bersih"

Post a Comment

Powered by Blogger.