Search

Puskesmas Mergangsan dukung pemenuhan hak kesehatan anak

Yogyakarta (Antara Jogja) - Puskesmas Mergangsan yang sudah ditetapkan sebagai puskesmas ramah anak pertama di Kota Yogyakarta sejak 2016 dinilai mampu mendukung upaya pemerintah untuk memenuhi hak anak khususnya di bidang kesehatan.

"Saya sudah lihat sendiri dan mendengar penjelasan langsung dari puskesmas. Kondisinya sudah bagus, khususnya untuk ruang perawatan anak. Keberadaan puskesmas ini bisa mendukung pemenuhan hak anak atas kesehatan," kata Staf Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Sylvana Maria saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Mergangsan Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, berbagai fasilitas yang ada di ruangan perawatan khusus untuk anak di Puskesmas Mergangsan sudah cukup baik, di antaranya keberadaan tempat bermain anak yang sekaligus bisa dijadikan sebagai ruang tunggu.

Selain itu, lanjut dia, puskesmas juga sudah membedakan ruangan untuk pasien anak yang datang berobat dengan pasien anak yang datang untuk pemeriksaan atau konsultasi kesehatan.

"Pelatihan bagi petugas puskesmas agar bisa memberikan layanan kesehatan yang ramah anak tetap harus dilakukan secara rutin," katanya.

Ia pun berharap, seluruh puskesmas utama di Kota Yogyakarta maupun di seluruh Indonesia dapat memberikan layanan sebagai puskesmas ramah anak. "Jumlahnya dari tahun ke tahun harus bisa terus meningkat," katanya.

Di Kota Yogyakarta, sebanyak lima dari total 18 puskesmas sudah ditetapkan sebagai puskesmas ramah anak. Selain Puskesmas Mergangsan, puskesmas lain adalah Kotagede 1, Kotagede 2, Jetis, dan Mantrijeron.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mergangsan Abdul Latif mengatakan, status sebagai puskesmas ramah anak memberikan dampak positif terhadap puskesmas tersebut salah satunya peningkatan kunjungan pasien anak.

"Jumlah pasien yang berkunjung semakin banyak karena mereka tidak lagi takut berobat ke dokter atau puskesmas. Jika sebelumnya rata-rata hanya ada 10 pasien anak maka sekarang minimal 30 pasien anak yang berobat setiap hari," katanya.

Selain berobat, lanjut dia, masih ada anak-anak balita yang mengakses layanan kesehatan lain seperti imunisasi, pengecekan kesehatan, deteksi dini kesehatan hingga konsultasi gizi. Jumlahnya cukup banyak bisa 40 hingga 50 balita per hari.

"Jika sebelumnya anak-anak menangis saat akan ke dokter, maka sekarang mereka menangis jika diajak pulang dari puskesmas," kata Abdul Latif.

Selain memberikan layanan kesehatan di puskesmas, Abdul Latif mengatakan, Puskesmas Mergangsan akan mengembangkan layanan jemput bola yaitu menguatkan kegiatan di posbindu untuk meningkatkan derajat kesehatan anak dan remaja.

(E013)

Editor: Mamiek

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2ffUVVW

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Puskesmas Mergangsan dukung pemenuhan hak kesehatan anak"

Post a Comment

Powered by Blogger.