Diskusi yang digelar Sabtu dan diikuti seratusan mahasiswa tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais serta Mantan Staf Ahli Panglima TNI Brigjen (purn) Adityawarman Thaha.
Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais lebih banyak menceritakan sejarah kemunculan paham komunis di dunia yang kemudian menyebar hingga ke banyak negara termasuk di Indonesia hingga muncul Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Di Indonesia, akar PKI sudah setua usia Republik Indonesia," kata Amien.
Ia pun menyebut rezim komunis tidak berhak berkuasa di Indonesia karena akan menimbulkan banyak kerugian bagi bangsa.
"Tidak ada rezim komunis di dunia yang bisa menang tanpa membasmi rakyat mereka sendiri. Jika pada 1965 PKI menang, maka besar kemungkinan tidak akan ada kegiatan ini sekarang," katanya.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat Indonesia tetap waspada karena dimungkinkan penganut paham tersebut tidak akan pernah menyerah.
"Maka, kegiatan menonton film Pengkhianatan PKI ini perlu dilakukan agar seluruh masyarakat menyadari kekejaman yang pernah mereka lakukan," kata Amien yang menyebut banyak anak cucu dari pengikut Partai Komunis Indonesia sudah menduduki banyak jabatan penting.
Sementara itu, Adityawarman juga mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terhadap bangkitnya PKI dan terus membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala bentuk komunisme.
(E013)
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2yOal8PBagikan Berita Ini
0 Response to "KAHMI DIY gelar diskusi film pengkhianatan G-30s"
Post a Comment