"Dari sisi teknis ada beberapa hal positif yang jadi pembelajaran baik untuk dikembangkan dari pemilihan secara e-voting di SMK tersebut, karena itu menjadi lebih efisien," kata Komisioner KPU Bantul Didik Joko Nugroho di Bantul, Sabtu.
Menurut dia, pada Jumat (6/10) SMK Muhammadiyah 1 Bantul melaksanakan pemilihan Ketua OSIS secara e-voting atau metode pemungutan suara dengan menggunakan perangkat elektronik yaitu komputer atau laptop yang terkoneksi dengan internet.
Ia mengatakan, dari hasil pemantauan KPU Bantul dalam pelaksanaan Pemilos secara e-votinng itu kalau dihitung setiap pemilih hanya membutuhkan waktu mulai dari log in sampai log out di sebuah perangkat komputer sekitar 45 detik sampai 60 detik.
"Jadi ketika dikomparasi dengan sistem pemilihan manual yang masih konservatif jelas cukup berbeda, baik dari sisi efisiensi waktu kemudian dari sisi akurasi hasil, karena kan di dalam sistem e-voting itu langsung ada `real count`," katanya.
Dengan demikian, kata dia, ketika ada seratusan siswa dari beberapa kelas yang sudah melakukan pemungutan suara dalam e-voting bisa terlihat berapa yang sudah memilih dan berapa yang tidak memilih di bilik tanpa menunggu penghitungan suara usai pemungutan.
"Kemudian sampai akurasi pada berapa persen masing-masing calon mendapatkan suara itu bisa diketahui. Jadi ada proses yang menjadi pembelajaran ketika pemungutan suara maupun proses rekapitulasi suara," katanya.
Didik mengatakan, pelaksanaan Pemilos secara e-voting di SMK Muhammadiyah 1 Bantul tersebut merupakan yang pertama kali di Bantul, sehingga harapannya sekolah lain di kabupaten ini bahkan di DIY bisa mengadopsi sistem itu untuk pembelajaran bersama.
"Itu baru pertama kali di Bantul dan bahkan DIY saya kira untuk Pemilos e-voting saya kira belum ada. Saya juga sudah menyampaikan langsung ke teman-teman KPU DIY agar sistem itu bisa menjadi suatu rencana ke depan untuk dikaji lebih dalam," katanya.
Pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 1 Bantul Ekayanti sebelumnya mengatakan, ide Pemilos secara e-voting di SMK setempat berawal dari anggapan kalau pemilihan manual dengan kertas yang sudah kuno karena saat ini sudah berkembang teknologi internet.
Apalagi, kata dia, di SMK Muhammadiyah 1 Bantul ada jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), sehingga oleh pengurus OSIS dengan bantuan dari pihak sekolah memberdayakan untuk membuat aplikasi sendiri guna mendukung pelaksanaan e-voting Pemilos.
"Pemilihan dengan memakai kertas itu dianggap kuno, karena selain tidak efisin dari segi waktu juga dari biaya besar, dan karena ada jurusan RPL, kenapa sekolah tidak melakukan inovasi. Jadi aplikasi dari siswa sendiri yang kemudian disempurnakan," katanya.
KR-HRI
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2yOEEveBagikan Berita Ini
0 Response to "KPU apresiasi pemilos secara e-voting SMK Bantul"
Post a Comment