"Dirgahayu Kota Yogyakarta. Tetapi perlu diingat agar Yogyakarta tidak hanya sekadar layak huni untuk pensiunan saja tetapi juga harus nyaman dan aman untuk semua," kata Sri Sultan HB X saat membuka "Wayang Jogja Night Carnival" di Yogyakarta, Sabtu malam.
Menurut dia, momentum ulang tahun ke-261 sebaiknya tidak hanya diisi dengan mengucap syukur dan menggelar berbagai kegiatan menyemarakkan hari istimewa tersebut, tetapi juga perlu diisi dengan instrospeksi.
Instrospeksi tersebut, lanjut Sultan ditujukan untuk bersama-sama mengajak masyarakat membangun Yogyakarta dalam balutan budaya yang terjaga dengan baik.
"Yogyakarta memiliki keragaman budaya yang bisa dikembangkan dari sisi kreatifnya. Mulai dari kerajian batik hingga banyaknya bangunan warisan budaya merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan," katanya.
Sementara itu, Walli Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, tema utama hari ulang tahun ke-261 Kota Yogyakarta adalah bersama membangun Yogyakarta yang dapat diterjemahkan dalam bentuk mengajak masyarakat agar memiliki peran yang sebesar-besarnya dalam membangun Yogyakarta.
"Bukan hanya pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab membangun Yogyakarta, tetapi juga masyarakat, komunitas, pengusaha, akademisi. Semuanya memiliki perannya masing-masing," katanya.
Haryadi menyebut, sinergi berbagai elemen dalam membangun Kota Yogyakarta tersebut sebagai 5K yaitu kampung, komunitas, korporasi, kampus dan kota. "Keraton Yogyakarta menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses pembangunan di Yogyakarta," katanya.
Sedangkan untuk peringatan hari ulang tahun ke-261, sejumlah kegiatan sudah digelar di wilayah sejak 7 September, di antaranya pentas budaya di tiap kecamatan, pemasangan lampion di wilayah, membersihkan Malioboro, membersihkan sampah visual hingga kegiatan membagikan 10.000 cangkir kopi gratis di Malioboro.
"Kami tidak menyangka jika tanggapan masyarakat untuk acara kopi di Malioboro sangat tinggi. Dalam waktu tiga jam, kopi gratis yang akan dibagikan seudah habis," katanya.
Sedangkan puncak perayaan hari ulang tahun ke-261 Kota Yogyaakrta ditandai dengan Wayang Jogja Night Carnival yang digelar untuk tahun ke dua.
Tugu Yogyakarta sebagai ikon kota dipilih sebagai tempat penyelenggaraan acara yang diikuti perwakilan dari 14 kecamatan. Setiap kecamatan menampilkan cerita berdasarkan tokoh wayang yang ditampilkan dalam konsep "street art".
Salah satu penampil, Kecamatan Mergangsan mengusung tema tokoh wayang Suwida yang dikenal sebagai kera berbulu hitam legam. Warga kecamatan tersebut mencoba menghidupkan tokoh menggunakan kostum yang dikenakan yaitu pakaian serba hitam.
Peserta bahkan memadukan gerakan koreografi tarian dengan peserta yang menampilkan keterampilan mengendarai sepeda dalam gerakan akrobatik.
Sebelumnya, juga dilakukan "video mapping" di Tugu Yogyakarta yang menggambarkan berbagai cerita dari dunia pewayangan.
Dalam kirab yang digelar dari Jalan Sudirman hingga Jalan Margo Utomo tersebut dipadati penonton yang bahkan sudah rela datang ke lokasi acara beberapa jam sebelum kirab dimulai.
(U.E013)
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2wE7lKTBagikan Berita Ini
0 Response to "Sultan ingatkan Yogyakarta harus nyaman untuk semua"
Post a Comment