Search

Realisasi Siwab Kulon Progo capai 100 persen

Kulon Progo (Antara) - Realisasi program sapi induk wajib bunting (Siwab) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebanyak 16.000 ekor pada 2017.

"Target dan realisasi inseminasi buatan (IB) kebuntingan sapi, serta kelahiran belum mencapai 100," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Nur Syamsu Hidayat di Kulon Progo, Kamis.

Ia mengatakan potensi aseptor atau indukan di Kulon Progo rata-rata per tahun hanya 13.000 ekor.

"Target aseptor yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kemtan) tidak sesuai dengan potensi aseptor di kabupaten," kata Nur Syamsu.

Selain itu, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan petugas di Dinas Pertanian DIY, supaya menurunkan target aseptor di Kulon Progo pada 2018.

"Kami minta target aseptor di Kulon Progo dikurangi. Kalau targetnya 13.000 aseptor, semua terpenuhi," katanya.

Menurut dia, kendala utama pemenuhan jumlah aseptor yakni peternak menjual pedet ke luar daerah, sehingga tidak ada peremajaan atau regenerasi aseptor. Peternak Kulon Progo hanya memproduksi pedet. Akibatnya, populasi sapi tidak mengalami peningkatan.

"Kami mengimbau dan mengharapkan pedet-pedet yang telah lahir tidak dijual, tapi dipelihara dengan baik," imbaunya.

Ia mengatakan permasalahan yang dihadapi banyak sebaran penyakit reproduksi. "Penyakit reproduksi yang mendominasi ialah hypofungsi ovaria, silent heat, dan endometriosis," katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Kulon Progo Drajad Purbadi mengatakan bahwa penyakit hypofungsi ovarium merupakan suatu keadaan ovarium tidak berkembang secara normal (kurang aktif) sehingga sapi tidak birahi.

"Penyebab hypofungsi ovarium ialah manajemen pakan yang jelek, stress lingkungan, dan defisiensi hormon," katanya.

(KR-STR)

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2zwaikM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Realisasi Siwab Kulon Progo capai 100 persen"

Post a Comment

Powered by Blogger.