"Di 45 kelurahan yang ada, semuanya sudah memiliki kelompok Warga Peduli AIDS. Bahkan keberadaan mereka disahkan melalui surat keputusan lurah," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta Kaswanto di Yogyakarta, Kamis.
Sosialisasi pencegahan HIV/AIDS yang dilakukan kelompok Warga Peduli AIDS didasarkan pada kampanye ABCDE yaitu lima langkah yang harus dilakukan agar tidak tertular virus yang menyerang kekebalan tubuh itu.
Kelima langkah tersebut diawali dengan menahan nafsu sehingga tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah atau "abstinence" yang diikuti dengan saling bersikap setia terhadap pasangan baik suami maupun istri atau "be faithful".
"Jika memang melakukan hubungan seksual yang beresiko misalnya kerap berganti-ganti pasangan, maka sebaiknya menggunakan kondom. Ini sebagai langkah C atau langkah ketiga. Kondom bisa mencegah 90 persen penularan HIV/AIDS," katanya.
Sedangkan langkah keempat adalah tidak mengonsumsi narkoba atau "drugs" khususnya menggunakan jarum suntik dan langkah kelima adalah melalui edukasi kepada masyarakat.
Berdasarkan data kumulatif penderita HIV/AIDS di Kota Yogyakarta sejak 2004 hingga Maret tahun ini tercatat sebanyak 934 penderita, yang sebagian besar masih berusia produktif yaitu 20 hingga 29 tahun.
"Penderita HIV/AIDS untuk kelompok umur tersebut mencapai sekitar 30 persen dari keseluruhan penderita. Sedangkan dari jenis kelamin masih didominasi laki-laki yaitu sekitar 63 persen," kata Kaswanto.
Ia juga menyebut jika penderita HIV/AIDS dari kelompok ibu rumah tangga juga mengalami peningkatan dan perlu memperoleh perhatian lebih. "Namun, kami juga harus memastikan apakah mereka benar-benar ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS karena menjadi korban dari suami, atau hanya mengaku sebagai ibu rumah tangga tetapi sebenarnya menjadi pekerja seks tidak langsung," katanya.
Sementara itu, peringatan Hari AIDS sedunia di tingkat Kota Yogyakarta akan dilakukan pada 8 Desember di halaman kompleks Balai Kota Yogyakarta karena KPA akan menyasar pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
"Selama ini, kami terus melakukan sosialisasi di wilayah. Pegawai belum pernah memperoleh sosialisasi. Selain sosialisasi, kami juga akan melakukan tes HIV/AIDS untuk sekitar 100 pegawai. Tes dilakukan gratis," katanya.
(E013)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Warga peduli Aids ujung tombak sosialisasi kelurahan"
Post a Comment