Kepala Desa Pacarejo Semanu, Suhadi, di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan pascabanjir yang merendam sebagian wilayah desanya telah mulai surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
"Namun warga mengalami beberapa penyakit, seperti gatal-gatal dan ISPA. Kemarin dari pemeriksaan petugas kesehatan ada 12 warga yang mengalami hipertensi," katanya lagi.
Dia menyatakan sejak warga kembali ke rumah masing-masing tak banyak lagi warga yang memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan di balai desa.
"Hanya satu dua saja yang meminta untuk diperiksa," katanya pula.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunung Kidul Priyanta Madya Satmaka mengatakan pihaknya dalam status tanggap darurat bencana untuk mengantisipasi wabah pascabanjir seperti lestospirosis dan deman berdarah.
"Untuk antisipasi dini pencegahan penyakit lepstospirosis kami menyiapkan alat rapid tes lestospira yang tersedia di puskesmas. Kalau tubuh panas, kami meminta puskesmas menggunakan alat tersebut," katanya lagi.
Ia mengaku sampai saat ini belum ada laporan mengenai penyakit lepstospirosis. Sedangkan untuk pencegahan demam berdarah, pihaknya menyiapkan abate untuk wilayah terdampak banjir.
"Kami menyiapkan abate untuk disalurkan ke wilayah yang masih tergenang," katanya lagi.***4*** (U.KR-STR)
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2BaNGYDBagikan Berita Ini
0 Response to "Pemkab Gunung Kidul ingatkan masyarakat waspadai leptospirosis"
Post a Comment