Kapolres Kulon Progo AKBP Irfan Rifai di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan anak-anak tinggal di pengungsian membosankan sehingga diperlkukan pendampingan.
Ia mengatakan anak-anak sering rewel minta pulang. Tidak sedikit bencana dan mengungsi akan memberikan dampak negarif dan menimbulkan trauma bagi anak-anak.
"Kami melakukan penanganan trauma agar anak-anak tidak trauma dengan banjir," katanya.
Ia mengatakan pihaknya menerjunkan polwan untuk melakukan pendampingan anak-anak. Polwan bertugas memberikan dorongan moral kepada para pengungsi anak-anak agar tetap ceria dan tidak mengalami tekanan psikis akibat banjir.
Setiap hari, semua anggota polwan diturunkan untuk melakukan pendampingan. Mereka dibagi dalam tiga waktu di beberapa lokasi pengungsian, sejak posko pengungsian dibuka. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi dan diberikan pengetahuan, agar bisa terhibur dan senang.
"Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan trauma healing," katanya.
Menurut Irfan,trauma healing sangatlah penting, melihat banyak dari korban bencana alam mengalami trauma dan ketakutan yang berlebih ketika mendengar suara-suara yang menyerupai gaung, getaran, atau semacamnya.
Trauma healing sendiri diutamakan pada anak-anak dan lansia, yang biasanya mengalami trauma paling kuat, baik stres maupun depresi.
"Kegiatan seperti ini, kami lakukan agar warga pengungsi utamanya anak-anak tidak patah semangat dalam menjalani keseharian di posko pengungsian. Kami datang untuk menghibur anak-anak agar mereka merasa gembira, riang, senang, bahagia dan tidak bosan, ketika berada di pengungsian," kata dia.
(U.KR-STR)
Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2iFgDEyBagikan Berita Ini
0 Response to "Polres Kulon Progo melakukan pendampingan anak-anak pengungsi"
Post a Comment