Search

Petani diingatkan tidak menanam terlebih dahulu

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingatkan petani supaya tidak menanam benih terlebih dahulu meski hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnubroto di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan meski hujan mulai turun, menurut perkiraan dari BMKG belum memasuki masa hujan.

"Pada September ini justru merupakan puncaknya kemarau. Meski musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, hujan masih tetap ada dengan intensitas yang sangat ringan," katanya.

Menurut dia, meski sudah hujan, namun intensitasnya masih sangat rendah, tidak mampu untuk menghidupi tanaman. "Petani jangan terkecoh hujan di tengah kemarau," katanya.

Bambang minta petani supaya konsentrasi menyiapkan lahan saja. Dari pemerintah juga sudah menyiapkan pupuk bersubsidi dan benih.

"Lebih baik untuk beberpa hari ini menyiapkan tanah untuk masa tanam," katanya.

Sementara itu pemilik toko pertanian, Widodo, mengatakan antusiasme petani di Gunung Kidul menyambut hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi.

"Sudah sepekan terakhir ramai didatangi pengunjung. Mulai dari pembelian benih padi dan jagung," katanya.

Dia mencontohkan harga benih jagung BISI 2 yang pada hari biasa tercatat Rp55 ribu per kilogram, saat sekarang naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sementara untuk benih padi, IR64 dan Siherang dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram.

"Petani mulai membeli benih. Mereka meyakini, saat ini memasuki musim tanam untuk lahan ladang," katanya.

(U.KR-STR)

Editor: Mamiek

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca lagi lanjutan nya http://ift.tt/2fuoa3I

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Petani diingatkan tidak menanam terlebih dahulu"

Post a Comment

Powered by Blogger.